Journal
Hasanuddin University Repository
Record source
OpenAlex Research Library
Abstract / Description
Latar Belakang. Diare merupakan penyebab kematian ketiga pada anak usia 1-59 bulan dengan 1,7 miliar kasus. Prevalensi diare di Indonesia sebesar 12,1%. Terapi standar diare bersifat suportif terapi. Probiotik berfungsi untuk menormalisasi mukobiota usus. Penelitian sebelumnya menunjukkan kombinasi probiotik bakteri secara signifikan menurunkan frekuensi dan durasi diare. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas kombinasi probiotik bakteri dan ragi pada anak dengan diare akut nonspesifik. Material dan Metode. Penelitian ini merupakan prosedur studi kontrol acak yang membandingkan efektivitas terapi standar diare dengan suplementasi kombinasi probiotik bakteri dan ragi dengan probiotik bakteri dan plasebo pada anak diare akut nonspesifik. Pengumpulan data dilakukan dari Agustus sampai Oktober 2025. Evaluasi dilakukan hingga pasien sembuh. Frekuensi diare setiap hari, durasi diare, dan konsistensi feses dinilai sebagai parameter klinis. Analisis statistik menggunakan uji Mann-Whitney U dan uji Chi-Square dengan SPSS versi 27. Hasil. Studi ini mencakup 100 sampel (51 laki-laki, 49 perempuan) dengan rata-rata usia 15,5 dan 27 bulan pada masing-masing kelompok. Frekuensi diare secara signifikan berkurang pada kelompok probiotik bakteri dibandingkan dengan kelompok kombinasi probiotik bakteri dan ragi (1,04 kali/hari vs 1,46 kali/hari, nilai p = 0.027). Perubahan konsistensi feses menunjukkan efek signifikan jika dibandingkan antara kelompok kombinasi probiotik dan kelompok probiotik bakteri (p < 0,001). Durasi diare menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna (p = 0,584). Kesimpulan. Pada penelitian ini suplementasi kombinasi probiotik bakteri dan ragi pada anak diare akut nonspesifik efektif memperbaiki konsistensi feses pada anak